• Kategori Karya

  • Arsip Tulisan

  • Berita

  • Dakwah

  • Kampus

  • Ukhuwah

  • Meta

  • KRITIK

    May 9th, 2007
    Sistem Pendidikan Dalam Ideologi Sekuler-Kapitalisme:
    Studi Kasus Sistem Pendidikan Amerika

    Oleh : Mirza Satriawan*

    Pemikiran-Pemikiran Dasar

    Sebagaimana halnya dengan ideologi-ideologi yang lain, ideologi sekuler memiliki pemikiran dan metode untuk semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pendidikan. Ideologi sekuler-kapitalisme juga menjadikan sistem pendidikan sebagai salah satu sarana untuk mentransfer pemikiran-pemikiran mereka ke masyarakat dan mencetak para pengemban-pengemban baru ideologi ini.

    Bahkan lebih dari itu, bila dilihat dari sejarah awal ideologi ini, akan terlihat pentingnya peranan dunia pendidikan bagi ideologi sekuler-kapitalisme. Pemikiran-pemikiran awal ideologi sekuler muncul dalam benak kaum pemikir dan intelektual abad pertengahan Eropa. Penindasan dan pengekangan pemikiran yang dilakukan institusi gereja di abad pertengahan menyebakan lahirnya pemikiran-pemikiran tandingan dari kaum intelektual Eropa yang berupa konsep kebebasan. (Selengkapnya)

    Khilafah: The vital issue

    April 14th, 2007

    The Messenger of Allah (saw) said: “Verily, the knots of Islam will be undone one by one. Whenever one knot is lost then the people grabbed onto the one which came after it. The first of these knots will be the ruling and the last will be the salah.” [At-Tabaraani]

    The first knot of Islam was undone in 1924 with the destruction of the Khilafah. Since that time the Muslim Ummah has witnessed calamity upon calamity befalling her. Each year the Imam’s du’a gets longer as more and more Muslim countries fall victim to occupation, killing and oppression. Charity organisations struggle to cope as scarce resources are spread ever more thinly. So many Islamic rules are neglected to the point where even those who pray salah are harassed and treated with suspicion.
    (Selengkapnya)

    Terikat Dengan Hukum Syara’

    April 5th, 2007
    Oleh Titok Priastomo

    Menurut aqidah Islam, seluruh amal perbuatan manusia di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak di hari akhir. Artinya, tidak ada satu perbuatan pun yang lepas dan bebas dari pengawasan dan perhitungan Allah. fawarobbika, lanasalannahum ajma’iin, amma kaanuu ya’maluun (maka demi Tuhanmu, sungguh kami akan menanyai mereka semua, tentang apa saja yang mereka kerjakan)( Al Hasr, 92-93).

    Amal perbuatan manusia hanya dianggap benar jika amal tersebut adalah amal yang dilaksanakan berdasarkan perintah (hukum) Allah. Rasul saw bersabda “man ‘amila ‘amalan laisa ‘alayhi amruna fahuwa raddun (barangsiapa melakukan amalan yang tidak ada dari kami perintah atasnya, maka amalan itu tertolak). Artinya, amal yang diterima Allah hanyalah amalan yang dijalankan di atas rel hukum (perintah dan larangan) Allah. Amalan disini bersifat umum, baik dalam aspek ibadah maupun muamalah.

    Oleh karena itu, setiap muslim tidak dibenarkan untuk beramal berdasarkan suatu kaidah yang bukan merupakan hukum Islam. Banyak sekali ayat-ayat yang secara jelas mewajibkan kita untuk hanya berhukum kepada Islam. Misalnya faintanaaza’ tum fii syay-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli (dan dalam perkara apa saja kalian berselisih, maka kembalinya (putusannya) kepada Allah dan rasul (An Nisaa, 59); wa man lam yahkum bimaa anzalallaahu fa ulaaika humul kaafiruun (dan barang siapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir)(Al Maidah, 44). Atas dasar hal ini, seluruh amal perbuatan seorang muslim seharusnya merupakan praktek (penerapan) dari hukum Islam (syariah). Ia seperti “kitab fiqh yang berjalan”. (Selengkapnya)

    Isu Terorisme Menyudutkan Islam

    March 27th, 2007

    Akhir-akhir ini, isu terorisme mulai mencuat kembali setelah sekian lama isu ‘Terorisme’ ini jarang diperbincangkan ke hadapan publik. Belakangan ini muncul pula kecenderungan opini bahwa aksi terorisme selalu terkaitkan dengan Islam, umat Islam maupun institusi-institusi Islam. Walhasil, Islam pun tetap menjadi korban.

    Dalam mengkritisi isu terorisme, mestinya kita juga harus memperhitungkan makar-makar “asing’ dan skenario yang dibentuknya. Isu kampanye perang melawan terorisme yang digencarkan oleh Amerika Serikat sebenarnya adalah kedok atau propaganda untuk memusuhi Islam. Semoga pihak Pemerintah, aparat keamanan, politikus dan media massa bersikap hati-hati sehingga tidak selalu mengaitkan aksi terorisme dengan Islam.

    Saudara/iku yang budiman,

    usa army

    Sepatutnya kita semua berhati-hati terhadap kampanye melawan ‘Teorisme’ ini yang terus-menerus menyudutkan Islam. Kita patut mewaspadai segala sepak terjang keterlibatan agen-agen asing (maupun orang lokal yang diperalat asing) yang bergerak untuk mendistorsi makna jihad sebenarnya di dalam Islam. Padahal, jihad bukan teroris, begitu pula teroris bukanlah jihad.

    Untuk itu; jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebabagai kelompok yang memperjuangkan Islam, perlu dipertanyakan eksistensinya tersebut manakala tindakannya justru merugikan perjuangan kebangkitan Islam itu sendiri. (Selengkapnya)

    Palestina Oh Palestina…

    March 18th, 2007

    Tulisan ini adalah komentar saya pada postingan Ukhti Maryam di Malaysia. Sebelumnya tulisan ini sudah pernah saya tampilkan pada “Luka Kita” yang saya tulis sekitar bulan Juni tahun 2006 lalu. Tulisan singkat dan sederhana; namun semoga dapat menjadi renungan kita bersama.

    ***

    Mereka bersekongkol

    Masih segar dalam ingatan kita bagaimana AS, Inggris, dan negara-negara Eropa terlibat aktif dalam menginvasi Afghanistan dan Irak. Permasalahan Palestina juga menunjukkan betapa pengaruh AS, Inggris dan Perancis sangat dominan di sana. Bahkan intervensi ini telah menusuk jauh ke dalam luka dengan ketidakadilan yang nyata terhadap kaum Muslim Palestina.

    Sedangkan negara-negara di luar kelompok negara tersebut hingga kini tidak mampu memberikan pengaruh, bahkan justru turut terpengaruh dan tunduk kepada kebijakan negara-negara yang lebih kuat dan lebih besar di atas. Celakanya, Arab Saudi, Iran, Mesir, Sudan, Indonesia, Malaysia, dan negeri-negeri Muslim lainnya, tidak bisa melawan kediktatoran dan kezholiman kaum kafir sang penjajah. (Selengkapnya)

    Iran Korban Amerika Serikat (AS) Berikutnya

    February 26th, 2007

    Akhir-akhir ini, Amerika Serikat (AS) semakin gencar mencari dukungan dunia untuk memberi sanksi Iran karena memproduksi nuklir. Sikap penguasa AS tak hanya sampai di sini. Perkembangan politik terbaru justru menunjukkan bahwa AS mulai sibuk mempersiapkan diri untuk menggempur Iran sebagaimana yang telah dilakukannya pada Irak dan Afghanistan.

    Opini untuk melegitimasi rencana serangan AS pun mulai marak. Pihak Yahudi Israel juga telah meningkatkan lobi ke India, AS dan berbagai negara Eropa untuk segera menyerang negeri Iran yang kaya minyak itu.

    Amerika dan Yahudi adalah poros utama penentang Iran. Kemajuan Iran dalam bidang pengembangan teknologi nuklir tampaknya membuat Amerika khawatir dan gemetar. Iran yang selama ini berusaha mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, berupa pembangkit tenaga listrik, terus ditekan dengan tuduhan Iran akan mengembankan senjata nuklir yang akan mengancam perdamaian dunia. Akan tetapi, benarkah hanya dengan alasan nuklir ini AS berambisi untuk menyerang Iran?

    (Selengkapnya)

    Valentine Day’s versus Hukum Syara’

    February 11th, 2007

    Tulisan singkat ini adalah komentar saya tentang Valentine Day’s. Awalnya, saya tulis buat seorang blogger. Namanya N. Namun, rasanya tak masalah bila tulisan ini juga saya publish di blog alkifah ini. Saya bukanlah penulis hebat, akan tetapi, semoga goresan sederhana ini mampu menyokong upaya penyadaran umat untuk menegakkan syari’at-Nya di muka bumi. Amin.

    ***

    Dalam Islam, ada kaidah penting yang wajib kita ketahui. Kaidah itu singkatnya berbunyi: “Hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan hukum syara’“. Kaidah ini memang sederhana, namun menjadi penentu sukses tidaknya seorang Muslim dalam upayanya meraih kebahagiaan (dunia-akhirat).

    Nah, dari kaidah ushul fiqih di atas, ternyata kita diwajibkan untuk mengetahui bagaimana hukum atas suatu aktifitas yang hendak kita lakukan. Bila berdasarkan timbangan syara’ Allah Swt melarangnya, maka wajib pula bagi kita untuk meninggalkan aktifitas itu.

    (Selengkapnya)

    Kapan Islam Bangkit?

    February 9th, 2007

    Sampai saat ini, perjalanan dakwah sering dihadapkan pada berbagai tantangan, rintangan, kendala, bahkan tuduhan keji dan fitnah dari pihak Barat yang kafir, rezim penguasa sekular, maupun dari kalangan kaum Muslimin sendiri.

    Tampaknya, benih kebangkitan Islam yang kian menyebar telah membuat musuh-musuh Islam gencar dalam menancapkan makar-makar sesat mereka untuk membendung laju kebangkitan umat ini. Pihak Barat yang kafir itu tahu bahwa umat ini hanya akan bangkit ketika umat bersatu padu dalam sebuah institusi Daulah Khilafah yang menjamin langgengnya kehidupan Islam.

    Potensi tersebut akan selalu mereka tutupi agar kaum Muslimin semakin menjauh dari metode kebangkitan ini (melalui tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah). Berbagai fitnahan pun terlontar dari Barat yang kafir itu, mulai dari pelabelan teroris bagi mereka para pengemban dakwah hingga menebarkan racun pemikiran ke tubuh kaum Muslimin berupa paham demokrasi, HAM, liberalesme, gender, sekulerisme dan nasionalisme. Bahkan, mereka acapkali pula menyerang negara-negara lain dengan menggunakan kekuatan militer yang menjadi legal di atas jargon-jargon yang seolah tampak manis ini; atas nama kelanggengan demokrasi, HAM, liberalisme, gender, sekulerisme dan nasionalisme. Celakanya lagi, tantangan dan rintangan dalam menghambat derap langkah perjuangan dakwah menuju kebangkitan Islam ini juga muncul dari kalangan Islam sendiri. Mengapa ini terjadi?

    (Selengkapnya)

    Di mana pun dan Kapan pun!

    February 2nd, 2007

    Subhanallah… Pemikiran dan aqidah yang kita emban selama ini (Islam) memang membuat jantung berdegup kencang menyuruh kita untuk ‘bergerak’ mengusung perubahan. Kita dibuatnya resah atas keterlenaan umat yang seharusnya dibangkitkan. Untuk itu, perjuangan membangkitkan Islam harus digalakkan. Dan semestinya tak ada kata kompromi terhadap ideologi-idelogi yang dapat menyesatkan umat dari Islam. Inilah pijakan yang harus kita pegang teguh di dalam menapaki roda perjuangan ini. Di mana pun dan kapan pun!

    Halaman selanjutnya »

    Kalender

    Sky3c sponsored by Seven Jeans Sale